Cermat Menggunakan Obat

Menerapkan gaya hidup sehat dan cermat dalam menggunakan obat.

Menjalani hari-hari dengan fikiran dan badan sehat menjadi impian setiap orang. Rasa-rasanya, tak ada di antara kita yang ingin melewati sebagian hidupnya dengan menderita sakit.

Sayangnya, keinginan agar badan selalu sehat tak diimbangi dengan gaya hidup yang sehat pula. Jarang olahraga, makan sembarangan, sampai dengan kurang menjaga kebersihan lingkungan merupakan ciri-ciri gaya hidup yang tak sehat. Imbasnya, bisa berakibat pada kesehatan diri juga.

Faktanya, di tahun 1990an penyakir menular seperti ISPA, tuberculosis, dan diare menjadi wabah yang menyerang 56% penduduk di Indonesia. Menuju tahun 2010, terjadi transisi epidemi yang mana penyakit tidak menuluar seperti stroke, kecelakaan, jantung, kanker, dan diabetes lebih mendominasi.

Transisi epidemi ini mengharuskan pemerintah untuk mengambil langkah yang bertujuan untuk menekan angka sakit dan menggalakkan gaya hidup sehat. Salah satunya adalah Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017, memulao Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

Kementerian Kesehatan yang mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang kesehatan juga mengadakan penyuluhan akan pentingnya hidup sehat. Penyuluhan ini diadakan di beberapa kota di Indonesia dengan mengundang bloger sebagai tamu. Kehadiran bloger ini diharapkan juga dapat membantu menyebarkan informasi serta semangat penerapan gaya hidup sehat.

Ada setidaknya enam cara untuk mewujudkan GERMAS.

  1. Peningkatan aktivitas fisik, minimal 30 menit setiap hari.
  2. Peningkatan perilaku hidup sehat.
  3. Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi.
  4. Peningkatan kualitas lingkungan.
  5. Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit.
  6. Peningkatan edukasi hidup sehat.

GEMA CERMAT

Tak hanya menekankan pentingnya hidup sehat, Kementerian Kesehatan juga memberikan bimbingan pentingnya dalam menggunakan obat. Penggunaan obat yang salah seringkali berakibat fatal, dari yang semula berharap sembuh, bisa jadi malah menjadi sakit.

Masalah penggunaan obat ini umum terjadi di masyarakat karena kurangnya kesadaran akan bahaya penggunaan obat. Seperti kita tahu, obat punya dua sisi yang tajam, di satu sisi bisa menyembuhkan penyakit, di sisi lain bisa memperparah keadaan apabila tidak digunakan dengan benar.

Beberapa masalah yang sering terjadi di masyarakat adalah kurangnya pengetahuan dan informasi tentang obat resep dokter. Hal ini disebabkan karena kepatuhan pasien sangat rendah, seperti dosis yang tak sesuai, sehingga pengobatan kurang optimal. Hal lain, menganggap obat generic mempunyai efek penyembuhan lebih rendah dibanding obat non-generic. Dan paling penting, seringkali masyarakat membeli obat keras tanpa resep dokter.

Untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan obat, Kementerian Kesehatan bersama pemerintah berupaya merangkai kegiatan dalam mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman, dan keterampilan masyarakat mengunakan obat secara tepat dan benar. hal ini bertujuan untuk:

  1. Meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara benar.
  2. Meningkatnya kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan obat secara benar.
  3. Meningkatnya penggunaan obat rasional.

Agar penggunaan obat sesuai dengan kebutuhan dan optimal untuk penyembuhan, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih obat.

  1. Pilih kandungan zat yang berkhasiat, bukan merek dagang obat semata.
  2. Riwayat alergi atau sensitif terhadap obat.
  3. Kondisi hamil atau berencana hamil. Beberapa obat dapat mempengaruhi janin dan menyebabkan cacat pada bayi.
  4. Harga Eceran tertinggi (HET) obat.
  5. Bentuk sediaan. Pilih yang paling sesuai untuk digunakan dengan baik dan benar.
  6. Kondisi sedang menggunakan obat, karena dapat berinteraksi dengan obat lain.