Opentrips.id

Cerita di balik pengembangan.

Tulisan berikut saya publikasikan ulang dari http://opentrips.id/blog/sepatah-kata.

Halo Traveler dan Provider (Travel Agent),

Sebelum bercerita lebih jauh, izinkan saya untuk memperkenalkan diri. Saya adalah Dedy Yugo Purwanto, programmer sekaligus founder opentrips.id, web yang kalian akses saat ini. Entah apa pepatah yang tetap, tapi kalau kata orang terdahulu, tak ada asap kalau tak dimulai dari api.

A journey of a thousand miles must begin with a single step.

Dua tahun yang lalu, saya mulai menulis cerita perjalanan pribadi pada sebuah blog dengan tema yang spesifik, traveling. Saya beranggapan, traveling merupakan salah satu bahasan yang tak lekang oleh zaman. Apalagi, di Indonesia, mulai ramai orang melancong ke tempat-tempat yang dianggap baru, unik, dan ekstrim. Entah karena kesadaran diri bahwa traveling merupakan kebutuhan, atau hanya sekadar pengaruh acara televisi yang lagi trend beberapa waktu lalu. Peluang ini saya coba untuk tidak dilewatkan, dengan harapan dapat pengunjung dengan informasi yang saya beberkan dalam sebuah tulisan.

Bentang Nusantara, begitulah pertama kalinya saya memberi nama. Bermula dari sebuah domain bentangnusantara.com hingga akhirnya berubah menjadi bentara.id seperti saat ini. Namun, jenama (brand name) Bentang Nusantara tetap saya gunakan.

Memang, Bentang Nusantara bukanlah sebuah blog yang dikenal luas oleh Traveler di luar sana sebagai referensi perjalanan. Bukan pula menceritakan pemiliknya yang sudah mampu menjelajahi seluk beluk Nusantara (padahal belum). Hanya sekadar catatan kecil untuk berbagi pengalaman mengunjungi tempat wisata, khususnya Pulau Jawa, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sering dengan perjalanan yang saya lokani, pantai demi pantai, air terjun, bahkan sampai dengan jembatan, saya mulai tertarik untuk mencoba mendaki gunung. Konon, mendaki gunung berbeda dari sekadar berwisata bersama keluarga. Mendaki gunung butuh persiapan khusus, mulai dari peralatan sampai dengan teman perjalanan. Ya, saya sudah punya peralatan, tapi di mana saya harus mencari teman perjalanan?

Dimulailah dengan browsing berbagai trip terbuka yang dipublikasan oleh travel agent, baik perorangan maupun yang berbadan usaha. Beberapa trip saya ikuti, mulai dari yang dekat dan paling murah terlebih dahulu, dilanjut dengan posisi wisata yang sedikit lebih jauh dan sedikit lebih mahal. Sekambalinya dari trip tersebut, hasil perjalanannya saya publikasikan di blog Bentang Nusantara.

Nyatanya, tidak semua trip yang tersedia cocok buat saya. Ada jadwal pas, tapi harganya kelewat tinggi, harga sudah cocok, tapi waktunya tak mencukupi. Tak hanya itu, masih ada beberapa faktor lain mengurungkan niat saya untuk mengikuti trip beberapa trip tersebut.

Bermula dari kendala tesebut, saya mulai membuka trip sendiri di blog Bentang Nusantara. Tujuan utamanya hanya mencari teman. Mencari teman dalam untuk perjalanan ini penting menurut saya, selain karena merasa lebih aman, biaya yang ditanggung juga lebih ringan. Share-cost istilahnya. Tidak ada keuntungan berupa uang yang saya ambil dari trip tersebut selain pengalaman dan cerita perjalanan yang akan dipublikasikan.

Dari situ, mulailah berbagai komentar muncul menanyakan open trip, "Kapan mendaki gunung ini lagi? Ada rencana mendaki gunung itu lagi?", dan sebagainya. Semenjak pertanyaan tersebut berseliweran di artikel blog, maka muncul lah niatan untuk membut trip lebih serius. Serius berarti mengkomersilkan trip tersebut.

Mulanya, saya mengelola, mempromosikan, dan mengatur pesanan tersebut melalui blog Bentang Nusantara. Lama-lama, hal tersebut tidak mudah dilakukan karena memang sedari awal blog tersebut tidak didesain untuk hal seperti itu. Hal yang paling mudah adalah berpindah platform yang khusus menjual paket wisata yang disediakan oleh pihak ketiga. Sayangnya, di platform yang baru juga saya sedikit mengalami kendala, tak bisa menghitung harga dinamis, di mana harga akan semakin murah jika semakin banyak peserta yang ikut paket trip. Padahal, hampir semua paket trip yang saya jual menggunakan sistem ini. Alhasil, saya sering mengalami kerugian karena traveler sudah terlanjur membayar biaya yang seharusnya lebih dari apa yang dia bayar.

Dan inilah opentrips.id, tempat di mana saya menyalurkan solusi dari kendala yang saya alami selama menjual paket trip atas nama perseorangan. Berbagai fitur yang tidak tersedia pada layanan serupa tapi dibutuhkan, akan saya adakan di sini. Mulai dari harga dinamis, tanggal fleksibel, serta pembayaran yang dinilai aman.

Sampai saat ini, opentrips.id sudah diluncurkan dan dapat digunakan, hanya saja masih dalam fase beta testing. Fitur utama sudah berjalan sesuai dengan rancangan, hanya saja ada beberapa bug yang cukup mengganggu saat transaksi. Jika kalian menemukan kendala, jangan sungkan untuk menyampaikannya melalui formullir kontak.

Dengan harapan dapat mempermudah saya untuk menjual paket trip, platform ini juga berusaha untuk memberikan kemudahan bagi Provider (Travel Agent) untuk menjual paketnya degan fitur lebih lengkap, mudah, dan aman. Serta memudahkan Traveler dalam menyediakan trip sesuai dengan kebutuhan mereka.

Terakhir, bantulah para Traveler untuk menjelajahkan kakinya mengelilingi Nusantara, Indonesia.