Mencicipi PyroCMS

Produk lama dengan rasa baru.

PyroCMS adalah salah satu CMS berbasis PHP favorit saya. Apalagi, saat peluncuran pertama kali beberapa tahun silam, Phil Sturgeon yang merupakan pengembang utama aplikasi tersebut memberitahukan bahwa basis dari CMS tersebut adalah CodeIgniter. Hal ini memberikan kemudahan bagi saya untuk "menata ulang" PyroCMS dengan bekal pengetahuan dan pengalaman menggunakan framework CodeIgniter.

Sekarang, PyroCMS sudah di-porting ke framework dengan bahasa pemrograman yang sama, tapi dengan rasa yang berbeda, ialah Laravel.

Tentu, semenjak perubahan inti aplikasi tersebut, ada banyak pula perubahan script serta tata cara mengembangkan CMS yang sudah ada. Walau begitu, beberapa komponen utama tetap dipertahankan nama dan jenisnya, seperti addons, pages, posts, variables, dan themes.

Setelah sekian lama tidak menyentuh CMS tersebut (setidaknya semenjak di-porting ke Laravel), hari ini, saya luangkan waktu untuk mencicipi sedikit rasa baru CMS tersebut. Tidak sampai ke sisi developer tentunya, hanya sisi mukanya saja, sisi end user.

%ads-link%

Download

Ada dua cara untuk menginstall PyroCMS:

  • Instalasi menggunakan Composer, dan
  • Mengunduh berkas kompresinya dari repositori PyroCMS.

Instalasi menggunakan Composer merupakan cara yang paling mudah dilakukan, kita hanya perlu menjalankan satu baris command berikut pada terminal:

composer create-project pyrocms/pyrocms=3.0-beta3 --prefer-dist

Apabila dalam mesin yang digunakan belum terinstal Composer, jalankan perintah di bawah untuk menginstalnya (untuk varian distro berbasis Debian/Ubuntu).

sudo apt install composer

Langkah berikutnya, cukup mengubah hak akses dari direktori storage, bootstrap/cache, dan public/app/assets agar dapat ditulisi. Selanjutnya jalankann installer PyroCMS dari peramban web dengan url http://localhost/pyrocms.

Untuk menginstal PyroCMS secara manual, dapat mengunduh berkasnya dari repositori PyroCMS.

Instalasi

Seperti pada CMS lainnya, saat pertama kali akses, terdapat halaman informasi Terms & Condition. Tidak lupa juga, kita diharuskan mengisi beberapa data untuk kebutuhan aplikasi, seperti pengaturan basisdata dan akun admin misalnya.

Isi data tersebut sesuai denga pengaturan yang ada pada server. Jika tidak ada masalah, dan instalasi berjalan lancar, berikutnya akan dihadapkan pada halaman depan dan halaman belakang (admin).

%ads-link%

At a Glance

Halaman utama PyroCMS terkesan sederhana, tanpa banyak contoh data yang terinstal di dalamnya. Di sana, terdapat logo, navigasi, dan footer yang berisi informasi website secara sekilas. Standar web pada umumnya lah ya. 😃

Pada halaman admin, kita dapat menemukan beberapa menu untuk mengatur konten CMS, termasuk di dalamnya menambah halaman dan artikel.

Dalam PyroCMS setiap modul spesifik disebut addons. Addons sifatnya independen, hanya beberapa yang bergantung pada addons lainnya. Walau begitu, ada banyak addons yang dapat dikombinasikan untuk membuat CMS berjalan lebih baik. Adapun addons utama yang terinstal dalam aplikasi adalah:

  • Addons (untuk mengatur addons itu sendiri),
  • Pages,
  • Posts,
  • Users,
  • Variables, dst.

Addons

Di halaman ini, kita dapat menentukan daftar addons yang terinstal di dalam CMS. Dari halaman ini juga, kita dapat mengatur addons tersebut untuk diaktifkan atau dimodifikasi sedemikian rupa.

Karen addons ini sifatnya library yang terdaftar dalam Composer, maka untuk install, update dan remove harus menjalakan perintah yang ada pada Composer dan tidak bisa dijalankan dari aplikasi.

Pages

Seperti namanya, addons ini memungkinkan untuk pembuatan halaman, yang mana kontennya jarang berubah tapi sifatnya dinamis. Seperti halaman "Tentang Kami" atau halaman "Kontak". Dalam konten pages juga bisa disematkan komponen dari addons lain seperti variable, files, atau form (ini yang saya maksud kombinasi dari beberapa addons sekaligus).

Posts

Tidak berbeda jauh dengan pages, dalam posts kita juga dapat membuat konten dan menampilkannya di halaman depan. Hanya saja, posts lebih ditujukan layaknya blog dengan artikel yang sering ditambahkan dan diperbaharui.

Jika dalam pembuatan pages maka otomatis akan dibuatkan satu navigasi pada header, maka dalam posts tidak berlaku untuk hal yang serupa. Yang ada, hanya ada satu link untuk menampilkan semua posts yang telah dipublikasikan.

Files

Seperti namanya, di sinilah wadah untuk mangatur semua berkas yang diunggah ke server. Berkas dikelompokkan dalam dua kategori utama, yaitu documents (docx, pdf) dan images.

Perbedaan dua kategori tersebut adalah, jika kita memasukkan berkas documents ke dalam pages atau posts maka akan ditampilkan berupa link untuk diunduh, sedangkan images akan ditampilkan secara langung (directly via browser).

Navigations

Halaman navigations berfungsi untuk mengatur daftar menu yang akan ditampilkan pada halaman depan (front end). Umumnya, terdapat 3 kategori menu yang tersedia, header, footer, dan sidebar.

Penambahan menu bisa ditentukan dari mengisi URL secara langsung, atau mengambil tautan dari pages.

%ads-link%

Untuk Apa?

Pertanyaan selanjutnya, PyroCMS cocoknya digunakan untuk website jenis apa?

Berdasarkan addons yang tersedia, PyroCMS cocok digunakan untuk blog, website personal, serta profil perusahan. Namun, tidak menutup kemungkinan juga untuk membuat online store dengan addons yang telah disediakan oleh pengembang pihak ketiga. Ada banyak addons baik yang berbayar maupun yang gratis untuk digunakan sebagai penunjang PyroCMS agar berguna sesuai dengan keinginan kita.

Oh ya, selain addons, juga tersedia themes yang disediakan oleh pihak ketiga. Tersedia yang gratis maupun berbayar.

Dan, pada dasarnya, PyroCMS bisa jadi aplikasi apa saja, bahkan yang kompleks sekalipun. Namun, untuk kasus ini, kita diharuskan paham bahasa pemrograman PHP. Tidak hanya itu, kita juga diwajibkan paham mengenai struktur, alur kerja, serta sistem yang berjalan pada PyroCMS.

Selengkapnya dokumentasi untuk developer bisa dilihat pada halaman berikut: dokumentasi untuk developer.