Update Versi Laravel Setiap Minggu

Sampai saat ini, aku punya beberapa aplikasi berbasis Laravel yang ditangani. Baik aplikasi punya sendiri, ada juga aplikasi milik perusahaan tempat aku bekerja.

Laravel punya kebiasaan merilis versi minor setiap enam bulan sekali. Sedangkan untuk versi patch biasa dirilis tiap minggu atau sesegera mungkin jika sifatnya darurat.

Di cerita lain, aku mengikuti nawala dari Laravel News yang dikirim tiap minggu. Nawala ini akan masuk ke kotak masuk email setiap senin pagi.

Dari beberapa tautan yang disematkan dalam nawala dari Laravel News, pasti ada satu tulisan yang berisi informasi update versi Laravel. Informasi update ini disertai dengan beberapa penjelasan fitur baru dan perbaikan bug.

Update rilis tiap minggu dari Laravel serta adanya informasi dari nawala yang dikirim oleh Laravel News membuatku punya kebiasaan baru. Yaitu, memperbarui versi Laravel pada semua aplikasi yang ditangani. Seperti yang aku tulis di atas, pembaruan umumnya hanya untuk versi patch.

Harapannya, dengan seringnya versi patch diperbarui, maka ke depan, ketika versi minor sudah rilis, tidak banyak kesulitan yang dihadapi dengan versi baru.

Harapan berikutnya agak mustahil, yaitu kemudahan memperbarui aplikasi ketika Laravel merilis versi mayor. Seperti kita tahu, ketika versi mayor dirilis ada banyak sekali breaking changes yang berakibat beberapa kode harus diubah drastis.

Bagi yang tidak paham tentang versi mayor, minor, dan patch seperti yang aku sebutkan di atas. Kalian bisa baca sekilas mengenai Semantic Versioning.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *