Wawancara Kerja tanpa Ribet

Ceritanya, beberapa waktu lalu menemukan sebuah lowongan dari grup Kami Kerja Remote di Facebook. Lowongan ini bertujuan untuk mencari kandidat sebagai backend developer di salah satu perusahaan berbasis teknologi di Singapura yang punya cabang di Indonesia.

Setelah dibaca-baca, rasanya kualifikasi yang dijabarkan di lowongan tersebut cocok dengan kemampuan yang aku miliki. Terlebih, salah satu benefit yang perusahaan tersebut tawarkan adalah sistem kerja remote (jarak jauh) serta fleksibilitas waktu.

Setelah dibaca-baca, rasanya kualifikasi yang dijabarkan di lowongan tersebut cocok dengan kemampuan yang aku miliki. Terlebih, salah satu benefit yang perusahaan tersebut tawarkan adalah sistem kerja remote (jarak jauh) serta fleksibilitas waktu.

Jadi, seandainya diterima di perusahaan tersebut, aku bisa bekerja tanpa harus terikat tempat dan bebas untuk mementukan kapan memulai dan mengakhiri kerja dalam sehari, selama durasi kerja terpenuhi sesuai kesepakatan.

Singkatnya, aku mencoba untuk mengirim pesan pribadi melalui Messenger untuk bertanya beberapa hal seputar sistem kerja, peralatan yang digunakan, dan benefit (lainnya).

Berselang satu hari, aku dimasukkan ke dalam grup WhatsApp bernama “Seleksi Programmer”. Grup ini berisi pimpinan langsung perusahaan di Indonesia, jabatan beliau adalah Country Manager. Jadi, hal-hal non-teknis bisa ditanyakan pada grup tersebut. Hal ini juga dimaksudkan oleh pimpinan tersebut sebagai wawancara kerja.

Dari hasil wawancara, tak banyak yang ditanyakan oleh Country Manager selain ketersediaan waktu dan alasan ingin bergabung. Hal-hal yang cukup krusial seperti portofolio dan keahlian hampir tidak disinggung sama sekali. Apalagi pertanyaan tentang “Apa kelebihan dan kekurangan kamu?”. Bagi mereka, mungkin sudah bisa melakukan penilaian dari resume yang telah dikirim beberapa hari sebelumnya.

Hanya dibutuhkan waktu selama tiga hari berdasar wawancara melalui WhatsApp, maka aku dinyatakan diterima dan ditanyakan kapan siap kerja. Aku jawab singkat, “Saya bisa mulai dari 11 Februari 2019”. Itu saja, dan perusahaan menyatakan akan segera mengirim surat perjanjian kerja.

Dari beberapa pengalaman kerja, perusahaan yang aku lamar sekarang memberikan pengalaman yang cukup mencengangkan. Bayangkan lamaran pekerjaan hanya diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga hari, dan hanya butuh wawancara informal. Apalagi, ini posisi penuh waktu, bukan sekadar proyek atau magang.

Sampai sekarang, ini merupakan proses wawancara tercepat dan termudah yang pernah aku alami. Aku kira, wawancara kerja di Kitabisa.com beberapa waktu lalu merupakan yang terbaik dan tercepat, ternyata aku keliru besar. 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *